Showing posts with label Artikel Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Artikel Tokoh. Show all posts

Wednesday, 2 April 2014

Ajaran Islam Tentang Sistem Ekonomi

Oleh: H. Taufiq Rahman, S. HI.

Mohon maaf sebelumnya kepada Pak Haji karena saya mem-posting artikel ini tanpa seizin Pak Haji. Tapi saya yakin, selama artikel ini bermanfaat, tentunya Pak Haji dengan senang hati mengizinkan saya mem-postingnya, hehe... Pak Haji adalah best practice, bagaimana seorang lulusan SMEA membangun usaha dari kecil hingga menjadi besar, mendirikan BPR Syariah, dan ekspansi ke bisnis-bisnis lain.

Di rumah Pak Haji senantiasa berkeliaran anak-anak yatim, yang tidak pernah dibedakan dengan anak Pak Haji sendiri. Berkah mengurus anak yatim itu mungkin salah satu syariat dari Allah kenapa harta Pak Haji selalu bertambah.

Berikut ini artikel original dari Pak Haji Taufiq Rahman:

Wednesday, 9 January 2013

Habibie & Ainun Serta Industri Diperkosa


Oleh: Iwan Pialang (Citizen Reporter/Kompasioner)

Di sebulan ini, film Indonesia menjadi topik hangat: Habibie dan Ainun. Hingga 3 Januari lalu, penonton mencapai 2,1 juta dalam dua minggu. Angka itu mencatat rekor tertinggi, bahkan kata produsernya akan masuk Museuem Rekor Indonesia (MURI). Kendati belum meraih angka 5 juta penonton bak Laskar Pelangi, Habibie & Ainun, fenomenon.

Menjadi fenomena pula, karena berbagai pihak membicarakan ihwal kisah cinta Habibie dan Ainun. Gosip di media sosial, bicara tentang romantis dan kesetiaan Habibie. Bila sudah sampai di sini, sebagai pria, saya pastilah tak sepadan dengan Habibie.

Kendati demikian, pada kesempatan ini ingin saya menulis, premis tersirat lain di film itu. Tak bisa dipungkiri, terungkap kekecewan Habibie akan industri dirintisnya di saat di ujung pemerintahan Soeharto, terjerembab, terbengkalai, Industri Peswat Terbang Nurtanio (IPTN) - - kini PT Dirgantara Indonesia. Di bagian akhir filmnya Habibie mengajak Ainun ke hanggar pesawat N250. Habibie menggerakkan baling-baling. Tangannya geram. Ia memeluk Ainun.

Tuesday, 8 January 2013

Bertuhan Dengan Marah

Oleh: Prof. Dr. Komaruddin Hidayat

DALAM suatu forum dialog antarumat beragama,saya pernah membagi tiga pertanyaan untuk dijawab secara tertulis di awal ceramah saya.
Pertama, apakah Tuhan yang kita imani dan kita sembah itu sama atau berbeda, mengingat kita memeluk agama yang berbeda.Kedua,bumi yang kita tempati dan matahari yang setia memancarkan cahaya itu milik Tuhan agama siapa? Ketiga, mengingat setiap umat beragama meyakini dan mengharapkan nantinya masuk surga, apakah setiap agama memiliki surga dan neraka masing-masing ataukah surga dan neraka itu hanya satu untuk semua manusia?

Setelah jawaban terkumpul, cukup menarik jawaban peserta. Dari sekitar dua ratus peserta yang mayoritasnya beragama Islam, terlihat bahwa mereka menjawab Tuhan mereka tidak sama. Ketika ditanya bumi ini disediakan Tuhan untuk pemeluk agama yang mana, jawaban mulai problematik.Begitu pun ketika diskusi menyangkut surga dan neraka, jawaban juga terbelah.

Wednesday, 31 October 2012

Bagaimana Seharusnya Seorang Da'i?


Pada bagian ini akan dijelaskan konsep da'i sebagai pengembang masyarakat Islam. Pembahasan ini penting, karena konsep da'i hanya sebagai penceramah (mubaligh) tak lagi memadai. Dalam tulisan ini, akan diperkenalkan konsep (baca: visi) da'i sebagai pengembang masyarakat Islam. Jika dalam dunia pendidikan belakangan ini, kita mengenal visi guru sebagai pembangun karakter, maka dalam ilmu dakwah, kita sudah lebih dahulu mengenal dan mengembangkan visi da'i sebagai pembangun dan pengembang masyarakat Islam, seperti dapa dilihat dan dibaca dalam pandangan para pemikir dan pelaku dakwah (rijal al-fikr wa al-da'wah).
Da'i (Arab: al-da'i, al-da'iyyah, dan al'du'ah) menunjuk pada pelaku (subjek) dan penggerak (aktivis) kegiatan dakwah, yaitu orang yang berusaha untuk mewujudkan Islam dalam semua segi kehidupan baik pada tataran individu, keluarga, masyarakat, ummat, dan bangsa. Sebagai pelaku dan penggerak dakwah, da'i, tak pelak lagi, memiliki kedudukan penting, bahkan sangat penting karena ia dapat menjadi penentu keberhasilan dan kesuksesan dakwah.

Bahaya Laten Korupsi


Oleh Bapak K.H. Adang Qomaruddin, BA.
Disampaikan dalam Khutbah 'Iedul Fitri 1433 H.


Indonesia tanah air kita, tanah pusaka, tanah tumpah darah kita, tanah yang subur, tanah pujaan bangsa-bangsa dunia. Indonesia tanah tercinta, tanah kebanggaan kita bersama. Kini tanah yang dihuni oleh sekitar 240 juta orang itu sedang merana, tengah dirundung oleh berbagai kesulitan hidup, didera oleh seribu satu penderitaan hampir di semua lini kehidupan. Berbagai upaya perbaikan terus dicoba, dicoba, dan dicoba, namun belum banyak tanda-tanda keberhasilan yang menggembirakan. Apakah gerangan sebabnya Indonesia Raya terpuruk seperti sekarang ini?
Saudara-saudara kaum muslimin wal muslimat, hamba Allah yang berbahagia.
Salah satu sebab terpenting dari keterpurukan bangsa indonesia ini akibat adanya krisis mentalitas dan akhlak. Tegasnya, sebagian anak bangsa ini tidak mampu menyalahkan diri sendiri, hingga terseret dalam kancah kehidupan yang abu-abu. Batas halal-haram sudah tidak jelas lagi. Bahkan tidak jarang menjadi terbalik; yang halal menjadi haram dan yang haram menjadi halal.

Monday, 10 October 2011

Mengatasi Persoalan Hidup Ala Aa Gym


VIVAnews - Semua orang tak lepas dari kesulitan dan masalah hidup. Tetapi,  tak semuanya mampu keluar dari persoalan hidup. Akibatnya, masalah justru membuat stres dan merusak kehidupan.

Dengan gaya khas penuh lelucon segar, Abdullah Gymnastiar atau lebih akrab disapa Aa Gym memberitahukan rahasia menghadapi masalah hidup tanpa tertekan, dalam acara 'Mizan' di stasiun televisi antv, Senin, 25 Mei 2010.