Showing posts with label Dari Saya. Show all posts
Showing posts with label Dari Saya. Show all posts

Friday, 19 March 2021

Cara Registrasi Online Mobile Banking BCA Syariah


Halo semuanya...

Sepertinya masih banyak yang belum tahu nih bahwa Mobile Banking BCA Syariah bisa diaktivasi secara online, tanpa harus datang ke kantor cabang.

Gak jarang nasabah kami datang untuk mengaktivasi kembali M-Banking mereka, baik karena ganti ponsel, install ulang, error, atau kendala lainnya.

Oh iya, pastikan anda punya pulsa minimal Rp 2.000,- karena nanti diminta kirim sms sesuai dengan nomor yang terdaftar. Jadi jika registrasi di cabang itu kita buka sistemnya via kartu ATM, kalau registrasi online ini konfirmasinya via SMS.

Begini cara aktivasi online tanpa harus ke kantor cabang:

1. Buka Mobile Banking BCA Syariah di ponsel anda.

2. Jika ada permintaan izin jaringan dan sebagainya, pilih saja "izinkan..."

3. Pilih aktivasi online (kalau pilih ativasi cabang, artinya nasabah harus datang ke cabang)

4. Masukkan nomor rekening dan nomor KTP

5. Akan muncul syarat dan ketentuan. Kalau mau dibaca semua silahkan. Kalau malas atau buru-buru, scroll aja sampe ke bawah, kemudian klik SETUJU.

6. Masukkan pin ATM, lanjutkan...

7. Akan muncul format kirim SMS. JANGAN DIEDIT ATAU DIGANTI. Kirim pakai nomor yang terdaftar di BCA Syariah. Misalnya yang anda daftarkan ada di SIM 1, maka kirim SMSnya pakai SIM 1. Banyak juga nih yang keblinger nomor mana yang didaftarkan. Pastikan dulu.

8. Kalau SMSnya sukses terkirim (pastikan ada pulsanya ya), akan ada balasan "registrasi telah diterima...." klik tombol back di HP. Biasanya, sekali saja atau maks 2 kali, jangan berkali-kali. Itu bisa bikin anda mengulang lagi proses aktivasi dari awal.

9. Nanti kan kembali ke format SMS, tinggal klik lanjutkan.

10. Masukkan pin LOGIN dan pin TRANSAKSI. Pin LOGIN digunakan untuk masuk ke Mobile Banking, sementara pin TRANSAKSI digunakan ketika kita akan memproses transaksi seperti transfer, pembelian pulsa, dan lain-lain. Kedua pin ini BOLEH DISAMAKAN.

11. Klik lanjutkan ke login. Masukkan pin login.

12. Selesai, ditandai masuknya anda ke Mobile Banking BCA Syariah.

Demikian tutorial akvitasi online Mobile Banking BCA Syariah. Semoga bermanfaat ya.

Have a good day!


Friday, 10 May 2019

Renungan Ayat Edisi Ramadhan #1


Pernahkah saudara berpikir, bahwa ketika Allah memberikan kita banyak harta, uang menumpuk, aset melimpah, jabatan tinggi, artinya Allah sedang memuliakan kita?

Atau ketika rizki sedang susah, kita berpikir bahwa Allah sedang menghinakan kita?

Thursday, 9 May 2019

Orang-orang Biasa : Novel yang Tak Biasa


Saya bukan termasuk hobi sekali membaca novel, kecuali karya-karya dari penulis tertentu. Salah satu penulis yang saya kecualikan adalah Andrea Hirata.

Judul novel terbarunya adalah Orang-orang Biasa (OOB). Saya beli di Mizan Store, ini adalah karya ke-11 yang Andrea tulis. Jika kawan-kawan sudah tamat membacanya dan jika kita satu frekuensi, maka kawan-kawan akan berpendapat bahwa cerita di novel ini tidak biasa seperti judulnya. Ini adalah novel pertama Andrea Hirata yang bertema kriminal.

Friday, 20 July 2018

Mencari Jarum

Di dalam sebuah kamar, ada sebuah jarum. Kamu diminta untuk mencarinya. Pasti ketemu tuh, karena emang niatnya nyari jarum. Kita pasti gak peduli di dalam kamar itu ada kasur, bantal, guling, lemari, dan lain-lain, wong yang dicari itu jarum.

Wednesday, 27 July 2016

Anies Baswedan dan Muhadjir Effendy

Dua puluh bulan tentu saja tidak akan cukup untuk melunasi janji kemerdekaan. Tetapi paling tidak, sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pak Anies Baswedan telah sedikit demi sedikit mencicil untuk melunasi janji kemerdekaan tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Apresiasi yang tinggi patut diberikan untuk pak Anies, sebagai inspirator anak-anak muda Indonesia.
Prof. Muhadjir Effendy, sebagai pengganti pak Anies, memang belum familiar di kalangan awam, kecuali (mungkin) bagi warga Muhammadiyah. Beliau adalah salah satu Ketua PP Muhammadiyah periode 2015-2020 yang menangani bidang pendidikan.

Tuesday, 12 January 2016

Low Vision dan Bersyukur



“Itu kok dia diwawancaranya nunduk terus?” tanya saya ke adik.

“kan dia penderita low vision”, jawabnya.

Saya terdiam.

Low vision sendiri adalah jenis penyakit di mana penderita memiliki daya penglihatan yang sangat rendah, lebih rendah dari 1/300 daya tajam penglihatan normal. Hal tersebut terjadi karena ada kerusakan pada fungsi penglihatan. Menurut spesialis mata anak dari RS Siloam Gleneagles dr. Rini Manhendrasari, dikutip dari Kompasiana, penderita low vision hanya bisa melihat hand movement (gerakan tangan).

Kasihan sekali dia. Walaupun sebenarnya, kita tidak tahu apakah dia menderita dengan penyakitnya, atau merasa biasa saja. Mungkin karena menunduk terus ketika diwawancara, saya menyimpulkan begitu saja bahwa dia mengalami penderitaan yang luar biasa. Entahlah.

Tuesday, 22 December 2015

Pengalaman Kursus di LBI UI: Pendaftaran dan Placement Test



Bulan lalu, sebelum wisuda, saya memutuskan untuk ikut kursus bahasa inggris di Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia (LBI UI). Saya merasa kemampuan berbahasa inggris saya begini-begini saja, tak ada peningkatan. Saya adalah tipe orang yang kurang cakap belajar sendirian. Perlu pembimbing untuk meningkatkan kemampuan. Setelah lulus kuliah, saya merasa tidak memiliki kemampuan teknis dalam bidang apapun. Jadi saya berpikir, mengasah kemampuan bahasa inggris akan sangat bermanfaat secara teknis buat saya ke depannya.

Menurut Menteri Pendidikan kita, Bapak Anies Baswedan, kita adalah warga dunia (world citizen) dan bahasa inggris adalah bahasa internasional. Untuk bisa bergaul di dunia internasional, maka penguasaan bahasa inggris menjadi penting. Sebentar lagi juga Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan diberlakukan. Urgensi belajar bahasa inggris saya kira penting, untuk menghadapi dunia yang semakin menyempit ini. 

Ada beberapa alasan kenapa saya pilih LBI UI. Pertama, nama UI sudah tidak diragukan lagi sebagai salah satu Universitas terbaik di Indonesia. Tidak kuliah di UI, minimal ‘kuliah’ di lembaga bahasanya sajalah, hehe... Kedua, beberapa sumber bilang bahwa metodenya bagus. Kita lihat saja nanti setelah kelas dimulai. Kebetulan senior saya juga ada yang pernah belajar di LBI UI, sebelum dia memperoleh beasiswa di Amerika Serikat.

Friday, 18 December 2015

Berempati dan Toleransi

Pernahkah kalian menghadapi teman-teman yang bercerita secara berlebihan tentang hal-hal yang mereka sukai? "Hey gue lagi deket sama si yoga nih, dia keren banget!" Padahal menurut kita si yoga berantakan. "Kemaren Barcelona maennya kereeeen! Ga nyesel deh gue begadang." Padahal kita fans Real Madrid. "Ayahku baru jual tanah di kawasan BSD. Komisinya gede banget." Padahal, yang belinya ayah kita.

Bagaimana respon kalian? Apakah seperti ini: "wow, keren ya..." (?) Atau: " apa sih, gitu doang juga, biasa aja kali!" (?) Sebenarnya variasi jawabannya banyak. Dua respon tadi hanya untuk mewakili contoh positif dan negatif. Seharusnya bagaimana kita menanggapi situasi tersebut?

Thursday, 10 December 2015

Dilan: Dia adalah Dilannya Milea Tahun 1990 dan 1991



“Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu. Enggak tau kalo sore. Tunggu aja.” (Dilan, 1990) 

Hampir setiap laki-laki, usia remaja khususnya, pasti merasa inferior ketika tahu siapa Dilan. Semua yang berhubungan dengan Dilan adalah unik. Dilan adalah cowok antik. Kita yang dibesarkan dengan gaya merayu “papa kamu tukang ini/itu ya...” akan merasa gak ada apa-apanya dibanding gaya Dilan dalam merayu perempuan.

Milea Adnan Hussein. Dialah toko utama perempuan yang menjadi sudut pandang orang pertama dalam novel Dilan. Milea menceritakan kisah cintanya dengan Dilan saat dia sudah beranjak dewasa, juga sudah bersuami. Kenangan bersama Dilan begitu membekas sehingga sulit dilupakan Milea. Maka jadilah novel ini.



Milea sendiri aslinya orang Jakarta. Dia pindah ke Bandung karena ayahnya dipindahtugaskan kesana. Ayahnya adalah seorang tentara. Di Jakarta, sebenarnya dia sudah punya pacar bernama Beni. Namun, setelah bertemu Dilan, Milea menganggap pacaran dengan Beni adalah sebuah ‘kecelakaan’.

Apa sih yang Dilan lakukan ke Milea sehingga dia begitu sulit dilupakan?

Jawabannya: banyak...

Monday, 7 December 2015

Berharap







Allah tempat bergantung. (Al-Ikhlas: 2)

Ali bin Abi Thalib pernah berkata,”aku sudah pernah mengalami berbagai kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia.” Sayyidina Ali telah mewanti-wanti kita agar jangan terlalu menaruh harapan tinggi kepada manusia. Kekecewaan adalah ketika kenyataan yang tak sesuai harapan. Manusia lah sumber kekecewaan itu. Banyak di antara pengalaman kita bisa jadi sama dengan apa yang diungkapkan Ali.

Seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan, karena yang dicintai tak kunjung membalas cintanya, akan patah hati. Seseorang yang dijanjikan untuk diberi hadiah, lalu yang berjanji lupa sehingga tak memberi hadiah, tentu saja yang dijanjikan akan kecewa. Bawahan yang akan diangkat menjadi kepala bagian, tiba-tiba saja direktur membatalkan pengangkatan tersebut, tentu sang bawahan merasa dongkol. Berharap nilai ujian tinggi namun nyatanya jeblok, pasti seorang siswa akan bersedih.

Friday, 11 September 2015

Selesai dalam Sepuluh Hari


Hmm…

Sudah lama sekali gak nulis di blog ini.

Enam bulan ke belakang saya disibukkan dengan tugas akhir alias skripsi yang tak kunjung selesai. Sebenarnya saya sudah melaksanakan seminar proposal sejak 28 Februari 2015. Alhamdulillah saat itu langsung lulus walaupun ada perbaikan. Ketika menyerahkan surat permohonan bimbingan kepada Ketua Jurusan (Bapak Cecep Castrawijaya, MA), saya bilang ke beliau kalau bisa jangan dipilihkan dosen yang sibuk, sebab saya harus ngajar dan membina anak-anak asrama di Bogor. Beliau hanya tersenyum, sambil menyerahkan proposal skripsi saya yang telah beliau acc dan ditulis nama pembimbing saya di situ: Prof. Dr. Murodi, MA.

Friday, 24 April 2015

Mengiklankan Ketakutan


"Dulu wajah saya berminyak. Sering dikatain temen. Sering dipanggil bungkus gorengan..."

Saya lupa lagi skrip lanjutannya...

Iklan-iklan di TV menjual ketakutan. Iklan pembersih wajah tersebut menakut-nakuti pemirsa kalau wajah pemirsa berminyak, akan banyak yang mencela, banyak yang menjuluki kita dengan berbagai macam hal negatif. Ada lagi iklan pemutih wajah, yang mengancam pemirsanya kalau saja wajah mereka hitam, tidak cerah, akan susah mendapat pasangan.

Thursday, 23 April 2015

Pelayat dan Nasib Pasca Kematian


Biasanya, di pagi hari lalu lintas macet karena orang-orang berangkat kerja. Begitupun kalau sore, macet karena orang-orang pulang kerja. Ini bukan rahasia, umumnya memang begitu. Saya pikir siang hari akan lengang, sebab orang-orang berada di kantor. Maka saya memutuskan untuk pulang ke Bogor (dari Ciputat) ba'da zuhur.

Yang terjadi tidak selalu seindah yang dibayangkan. Di Fly Over Ciputat macet lumayan panjang. "Lagi ngapain sih siang-siang gini orang-orang di jalan?" pikir saya siang itu. Padahal saya juga sedang di jalan. Apa yang saya lakukan di jalan? Entahlah.

Friday, 12 December 2014

Mengkambinghitamkan Agama



Banyak konflik terjadi sebenarnya bukan karena agama. Tetapi agama sering dijadikan kambing hitam. Sayangnya, pandangan bahwa agama mengajarkan kekerasan sudah terlanjur diterima begitu saja di masyarakat (taken from granted). Kira-kira begitulah paparan Karen Armstrong dalam karya terbarunya, Fields of Blood: Religion and the History of Violence. Sesungguhnya dalam konflik selalu ada faktor sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya.


Begitu juga dengan ketakutan terhadap agama, misalnya pada Islam (Islam phobia). Sebenarnya bukan hanya Islam yang mengalaminya. Di Tiongkok, kita sering mendengar tentang pelarangan jilbab. Kebanyakan kita mungkin berpikir hanya Islam yang diperlakukan tidak adil. Padahal sesungguhnya hal ini juga terjadi pada Katholik. Dikutip dari Republika Online, Ada sekitar 12 juta penduduk Katolik di Tiongkok. Setengah dari mereka diijinkan negara untuk beribadah di Gereja. Namun, separuh lainnya harus beribadah secara sembunyi-sembunyi.


Agama, tanpa dasar, sering dikambinghitamkan. Agama, juga tanpa dasar, sering ditakuti.


Imagine there's no countries

It isn't hard to do

Nothing to kill or die for

And no religion too

Imagine all the people

Living life in peace...


Potongan lirik lagu di atas diambil dari lagu berjudul Imagine karya John Lennon. Banyak yang menuding lagu ini adalah lagu yang mengajarkan untuk tidak percaya pada agama alias mengajarkan orang untuk menjadi atheis. Tetapi kalau kita cermati dengan sudut pandang lain, John Lennon (selalu inget Darda Dhamara Darussalam kalau bicara John Lennon) mengajak kita membayangkan bagaimana jika tidak ada (batas-batas) negara dan juga tidak ada agama, mungkin tidak akan terjadi pembunuhan untuk membela agama dan negara. Semua orang akan hidup dalam damai. Ini imajinasi John Lennon ya, bukan saya


Barangkali John Lennon kesal karena kekerasan sering didasarkan pada pembelaan terhadap agama dan negara. Bisa jadi pendapat ini salah. Tapi apa salahnya berpendapat?


Pertama, kita harus yakin dulu bahwa Islam adalah benar-benar rahmatan lil 'alamin. Selanjutnya, kita berusaha menyebarkan kasih sayang (rahmatan) itu. “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS. Al Anbiya: 107)

Sisi Lain dalam Kuliah Umum Bersama SBY



Saya bingung memberi judul postingan ini.

Dalam sesi tanya jawab kuliah umum bersama pak SBY, Rabu 10 Desember 2014, ketika pak rektor sebagai moderator dadakan memilih penanya, sebelumnya beliau bilang mau berusaha agar pembagiaannya merata, tidak didominasi satu fakultas.

Menariknya, ada dua penanya yang membuat rektor merasa 'terjebak'. Yang pertama, dia memperkenalkan dirinya dan mengklaim mewakili organisasi yang dibawanya. Rektor bertanya, "pertanyaan anda mewakili pribadi atau organisasi anda? Kalau bawa organisasi saya minta surat mandatnya" kata rektor disambut tawa hadirin. Akhirnya dia terpaksa bilang bahwa ini pertanyaan yang mewakili pribadi.

Namun, walaupun mewakili pribadi, nampaknya rektor sudah tahu arah pertanyaannya yang pasti 'menyalahkan sistem', karena melihat latar belakang organisasinya. Beliau mungkin agak kesal karena salah menunjuk mahasiswa. Mahasiswa UIN yang sering ikut seminar pasti tahu jenis pertanyaan yang dibawa kelompok ini dan kemana arahnya.

Yang kedua, seorang mahasiswa yang langsung memaparkan beberapa hal dan pertanyaan. Namun sama seperti yang pertama tadi, dia juga menyalahkan sistem. Belajar dari penanya pertama, dia tak langsung mengenalkan diri. Dia baru mengenalkan diri di akhir pertanyaan. Kembali wajah rektor mengkerut. Mungkin beliau berpikir, "saya dua kali salah memilih penanya."

Setelah SBY menjawab seluruh pertanyaan, pak rektor langsung mempromosikan sebuah buku baru berjudul 'kontroversi khilafah'. Kalau tidak salah isi bukunya memuat beberapa artikel tentang sistem kekhilafahan. "Disini dunia akademik. Teman-teman yang berpaham khilafah silahkan mendiskusikan buku ini. Semuanya punya dasar. Disini juga dipaparkan tentang keputusan NU yang menjelaskan bahwa sistem kekhalifahan sudah tak relevan lagi di Indonesia."

Thursday, 27 November 2014

Kenapa Kamu Menjadi Muslim?


Michael Kawachi adalah seorang  profesor hukum dari Sekolah Hukum Universitas Columbia, Amerika Serikat. Saya menjemputnya di bandara Soekarno – Hatta sekitar pukul 01.00 dini hari, 20 November 2014. Bersama sekitar 150 peserta lain dari berbagai negara, dia akan mengikuti acara World Peace Forum yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sebagai Liaison Officer, saya bertugas menjemput setiap peserta yang datang dari luar negeri.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju hotel, Kawachi terus bertanya banyak hal, khususnya tentang Muhammadiyah. sebagai aktivis muda Muhammadiyah yang juga menghabiskan waktu sekolah selama 12 tahun di sekolah Muhammadiyah, tentu saja dengan senang hati saya menjelaskan tentang Muhammadiyah dari sejak kelahirannya sampai pertumbuhan amal usahanya hingga kini.

Sunday, 16 November 2014

Lima Pilar Membangun Madinah


Ketika Nabi Muhammad Saw dan para sahabat hijrah dari Mekah ke Madinah, ada lima pilar penting yang pertama kali dilakukan oleh Nabi. Kelima hal itu adalah membangun masjid, mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshor, membuat piagam Madinah, membangun sektor keuangan dan membangun pasar.

Pilar pertama adalah pembangunan masjid. Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah ketika hijrah adalah Masjid Quba. Pembangunan masjid yang dilakukan Rasulullah menegaskan bahwa ibadah kepada Allah Swt harus dinomorsatukan, karena salah satu fungsi utama masjid adalah tempat melaksanakan sholat. Aktivitas sholat lima waktu yang dilaksanakan setiap hari melatih umat Islam agar lebih disiplin dan istiqomah.

Wednesday, 1 October 2014

Siapapun Bisa Jadi Jurnalis

“Saya dulu kuliah Sastra Inggris. Ketika melamar ke Metro TV, saya disuruh liputan berita politik. Padahal, saya benci politik.” Begitulah Zilvia Iskandar memulai kisahnya dalam pelatihan jurnalistik di kampus Institut Pertanian Bogor, Kamis, 26 September 2014. “Makanya kalian, dari jurusan apapun, pasti bisa jadi jurnalis”, lanjutnya.

Zilvia masih muda. Pembawaannya menyenangkan. Dia memaparkan materi tentang reporting and presenting, bagaimana sebuah berita dilaporkan di tempat kejadian perkara atau disajikan di dalam studio. Sebelumnya, Eva Julianti memberikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik. Kemudian dilanjutkan oleh Hariman Chalid yang menjelaskan apa itu citizen journalism.

Sunday, 28 September 2014

Tom & Jerry, Srigala Berwajah Ganteng dan Keselamatan Anak-anak

Bulan ini saya baru selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di ujung Kabupaten Bogor paling barat; Desa Kiarasari Kecamatan Sukajaya.
Kita mengisi kegiatan KKN dengan berbagai hal. Mengajar, gotong royong membangun infrastruktur, diskusi, keliling kampung hanya untuk sekedar bercengkrama dengan warga desa dan lain-lain.
Suati hari, ketika saya dan teman-teman sedang santai nonton TV, ada ibu-ibu yang tiba-tiba masuk ke ruangan kami.
“Kemarin Bunga (sebut saja anaknya ‘Bunga’) ngirim surat yah ke kakak-kakak?” Tanya si ibu setengah menodong. Si bunga nunduk. Wajahnya diselimuti ketakutan (agak lebay yah). Sepertinya baru dimarahi ibunya habis-habisan.
“Iya bu… gak apa-apa bu, namanya juga anak-anak,” saya hanya menjawab demikian sambil menahan tawa.

Sunday, 21 September 2014

Jangan Ngeyel dalam Urusan Ibadah

Berdasarkan sebuah hadits, Islam dibangun di atas lima perkara: mengucapkan dua kalimat syahadat, mendirikan sholat, menunaikan zakat, melaksanakan shaum ramadhan dan mengerjakan ibadah haji (bagi yang mampu). Mudah sekali. Serius, Islam sangat mudah dijalankan. Tidak seperti tudingan sebagian orang yang menganggap bahwa Islam sangat memberatkan dan mengekang kebebasan beraktivitas. Untuk apa beribadah di tengah kesibukan yang kian hari kian menggunung?

Sebegitu sulitkah Islam dijalankan di tengah-tengah akivitas kita?